IKUTI: SEMINAR NASIONAL: K3 & Prospek Kerja Jurusan Ilmu Kelautan

Salam Bahari,

Pertengahan bulan Oktober tahun 2011, HMIK kembali mengadakan kegiatan, yakni Seminar Nasional K3 & Prospek Kerja Jurusan Ilmu Kelautan. Acara ini, InsyaAllah akan diadakan pada tanggal 15 Oktober 2011 bertempat di Gedung Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang. Pemateri berasal dari Departemen Kelautan Perikanan Jateng dan HSE Safar Bersaudara. Berikut akan kami sampaikan ringkasan materi seminar yang nantinya akan disampaikan: 


Lapangan kerja yang bisa dimasuki sarjana kelautan sampai dengan sekarang adalah :
  1. PNS
  2. NGO
  3. Konsultan/kontraktor kelautan
  4. Marketing
  5. Perbankan
  6. Manufaktur
  7. Broadcasting
  8.  Pertambangan dan migas
  9. Other

Persentase lulusan kelautan yang diterima bekerja disuatu perusahaan tertentu dari 100 orang sample:
  1. <10 orang untuk tahun pertama
  2.  10-20 orang untuk tahun kedua
  3. 20-30 orang untuk tahun ke tiga
  4.  >30 orang  untuk tahun keempat

Butuh waktu empat tahun lebih untuk sarjana kelautan yang rata2 untuk mendapat pekerjaan, kenapa?
  • Lowongan pekerjaan banyak
  • Sarjana banyak
  • Ada sesuatu yang menyebabkannya


Kunci sukses untuk bisa segera mendapat pekerjaan adalah:
  • 1.       Satu keahlian khusus (hard skill)
  • 2.       Soft skill (manajemen diri, leadership, teamwork, dsb)
  • 3.       Kemampuan menyakinkan orang lain melalui CV

Celah di bidang pertambangan dan migas yang bisa dimasuki sarjana kelautan, urutan berdasar persentase diterima:
  • 1.       HSE
  • 2.       Diving
  • 3.       Inspecsi
  • 4.       Csr

Peluang terbesar adalah bidang HSE(health safety and environment). Sebenarnya apa HSE itu?
HSE singkatan dari Health Safety and Environment yang dapat berarti kesehatan keselamatan dan lingkungan didalam suatu lingkungan pekerjaan. Tiga komponen utama ini tidak terpisahkan antara satu dan yang lainnya karena saling mempengaruhi.  Makna dari masing-masing kata :
-          Health / kesehatan adalah derajat keadaan fisik dan psikologi individu.
-          Safety  dapat dimaknai sebagai upaya dalam mengidentifikasi dan mengendalikan resiko terjadinya kerugian sebagai akibat kecelakaan kerja.
-          Environment adalah lingkungan pekerjaan baik berupa lingkungan fisik berupa alam dan lingkungan social.

Jadi HSE adalah upaya yang dilakukan didalam lingkungan fisik dan social yang berupa identifikasi resiko dan pengendaliannya baik dari segi kesehatan dan kecelakaan kerja.
Skill yang harus dimiliki untuk bisa masuk didunia HSE adalah:
  1. Lulus kuliah strata 1
  2. Sertifikat
  3. Jaringan
  4. Pengetahuan dan aplikasi di bidang HSE
  5. Kepemimpinan(leadership)
  6. Kedisiplinan dan totalitas kerja(self management)
  7. Manajemen system
  8. Bekerjasama dengan orang lain(teamwork)
  9. Komunikasi yang baik
Dari syarat-syarat diatas yang sudah dimiliki sarjana kelautan adalah :
  1. Lulus strata 1
  2. Jaringan alumni
  3. Teamwork(pada saat melaksanakan praktikum dan atau di kegiatan ukm)
  4. Komunikasi yang baik
  5. Kedisiplinan(jadwal dan kompensasi bila terlambat mengikuti kuliah)
Cara untuk menutupi kekurangan syarat yang dibutuhkan sangat mudah, ada beberapa alternative :
  1. Magang diperusahaan yang sudah mengaplikasikan standart HSE yang baik.
  2. Mengubah Curriculum Vitae agar lebih meyakinkan, akan tetapi disertai kemampuan yang benar-benar menunjang seperti yang tertulis didalamnya.
  3. Mengikuti pelatihan
  4. Belajar secara teoritis dan mengikuti ujian standart untuk mendapatkan sertifikat/pengakuan.
Setelah semua persyaratan lengkap yang dibutuhkan adalah menjual diri dengan bantuan jaringan dan informasi yang dimiliki.

more info : call/text Gempar Tri Asmoro : 0858 7616 4738
atau Wulansari Rahmawati : 0857 69334800ayo yang buat kamu kamu yang masih bingung-bingung buat prospek kedepannya Come and Join with us :D

HMIK UNDIP HADIRI SEMINAR INTERNASIONAL KELAUTAN DI DENPASAR

Dalam acara World Ocean Conference di Manado (2009), pemerintah Indonesia telah meluncurkan rencana aksi Inisiatif Kawasan Segitiga Karang (Coral Triangle Initiative atau CTI) untuk terumbu karang, perikanan, dan ketahanan pangan yang berfokus pada masyarakat, pembangunan berkelanjutan, pengurangan kemiskinan dan keadilan. Dalam rangka menindaklanjuti rencana aksi tersebut, dengan melihat fakta yang ada dan kondisi yang terjadi saat ini terkait dengan dampak perubahan iklim pada ekosistem terumbu karang, Balai Riset dan Observasi Kelautan (BROK) KKP bekerjasama dengan Program Studi Oseanografi ITB dan Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Udayana mengadakan acara Seminar Internasional Kelautan dengan tema “Pengelolaan Sumberdaya Laut dan Pesisir yang Berkelanjutan di Kawasan Coral Triangle Initiative (CTI)”.

HMIK (Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan) UNDIP turut berkesempatan hadir dalam acara yang di selenggarakan pada tanggal 9-10 Juni 2011 tersebut. Dengan mewakilkan 2 orang pengurus, yaitu Pinta Budi Pradana selaku ketua HMIK dan Tutus Wijanarko selaku Wakil Ketua HMIK periode kepengurusan 2011. Serta perwakilan dari BEM FPIK, Tarhadi. Acara ini di selenggarakan di Aula Lt.3 Gedung Pascasarjana Universitas Udayana. Jalan Panglima Besar Sudirman, Denpasar, Bali.

Acara ini bertujuan untuk mendiskusikan hasil-hasil penelitian terkini di bidang kelautan, perubahan iklim, dan pengelolaan sumberdaya laut dan pesisir di kawasan CTI. Kemudian dapat pula di jadikan sebagai media untuk bertukar informasi dan pengetahuan terkini dalam bidang kelautan di antara para peneliti, akademisi, pengambil kebijakan dan masyarakat.
               
 Seminar Kelautan ini sendiri  dibagi menjadi 3 (tiga) sub tema, yaitu:
1. Dinamika oseanografi di kawasan CTI yang mencakup kajian mengenai Arus Lintas Indonesia, sirkulasi arus laut global dan iklim, sistem pemantauan laut, dan teknologi laut untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
2. Kerentanan di kawasan CTI akibat perubahan iklim yang mencangkup kajian dan inventarisasi kerentanan sumberdaya laut dan pesisir di kawasan CTI dalam kaitannya dengan perubahan iklim.
3. Pengelolaan sumberdaya laut dan pesisir di kawasan CTI yang mencakup pengkajian dan pengelolaan sumberdaya laut dan pesisir yang berkelanjutan di kawasan CTI.

Bisa di katakan bahwa acara ini bagaikan jambore mahasiswa kelautan yang ada di seluruh Indonesia. Seperti dari Kelautan UNPAD, Oceanography ITB, Kelautan UNIJOYO, serta dari kelautan UNDIP sendiri.

Harapannya adalah acara seperti ini bisa rutin di galakan, dalam rangka merangsang pola berpikir ilmiah kita sebagai mahasiswa kelautan untuk menggali potensi laut Indonesia yang begitu sangat luar biasa. Dan tentunya kita harus turut menjaga dan mengembangkan potensi tersebut. Karena masa depan laut Indonesia ada di tangan kita. Para generasi muda, para mahasiswa kelautan Indonesia. JALAS VEVA JAYA MAHE. SALAM BAHARI.

HMIK adakan Workshop Public Speaking

Sabtu, 11 Juni 2011, HMIK Undip kembali mengadakan suatu kegiatan, yaitu Workshop Public Speaking. Tujuan dilaksanakannya workshop ini adalah diharapkan bagi setiap peserta dapat menjadi seorang komunikator yang handal di setiap bidangnya. Pembicara yang didatangkan adalah Shinta Ardhan yang merupakan seorang presenter di stasiun TV Lokal Cakra TV dan Free Lancer Australian Media Online. Acara yang sudah dipersiapkan kurang lebih selama satu bulan ini diikuti oleh 75 peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Dalam workshop ini, pembicara menyampaikan bahwa untuk menjadi seorang komunikator yang handal, seseorang harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi, kreativitas yang baik, dan bahasa tubuh yang unik. Hal ini dikarenakan, dengan melakukan beberapa hal ini maka seorang pembicara akan meninggalkan suatu kesan yang baik yang tidak bisa dilupakan oleh orang yang mendengarnya. Untuk menjadi seorang komunikator yang baik, orang tersebut harus memiliki wawasan yang luas dan kemampuan berfikir yang baik agar dapat mengembangkan obyek pikirannya. Nah, buat teman-teman yang mungkin merasa belum cukup untuk memenuhi syarat-syarat ini, tidak jadi masalah. Karena, semua hal tersebut bisa digapai dengan berlatih dengan giat dan tak kenal menyerah.

HMIK CUP 2011: Semangat Berolahraga, Semangat Sportivitas

HMIK Cup 2011 merupakan salah satu program kerja HMIK Undip periode 2011/2012. Kegiatan ini juga merupakan terobosan dari semangat pengurus HMIK untuk melakukan pembenahan dan perbaikan terhadap kinerja dalam melayani mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan. Semangat inilah yang membangkitkan gairah berolahraga muncul pada jiwa segenap mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan.
HMIK Cup 2011 dilaksanakan dua hari,  yaitu 9 – 10 Juni 2011 di lapangan futsal Radja Futsal. Sudah tentu, mata lomba dari kejuaraan ini adalah futsal. Kejuaraan ini diikuti oleh 16 tim yang merupakan perwakilan dari tiap – tiap program studi di tiap angkatan, mulai dari angkatan 2006 hingga yang termuda 2010. Final HMIK Cup 2011 sendiri direncanakan akan diadakan pada tanggal 17 Juni 2011 di lapangan futsal Radja Futsal. Semangat Berolahraga, Semangat Sportivitas !!